Rabu, 03 November 2021

lampu pijar

LAMPU PIJAR


1.      SEJARAH LAMPU PIJAR
Lampu lampu kuno buatan manusia seperti lilin, lampu gas, lampu teplok, dan jenis lampu kuno lainya sudah lama ditemukan. Tetapi segala lampu yang berhubungn dengan listrik baru tiga abad terakhir ini terdengar, lampu ini disebut lampu listrik dalam bahasa inggris disebut electric lamps.
Kira kira pada abad ke 19 lampu listrik mengalami kemajuan yang cukup pesat yang penemuannya selalu dihubungkan dengan kata hemat dan indah, ada banyak perusahaan-perusahaan yang mendirikan pabrik lampu, salah satu diantaranya adalah perusahaan philips.
THOMAS ALPHAEDISON adalah orang yang paling berjasa dalam penemuan lamu listrik, tetapi sebelum edison ada beberapa nama yang disebut-sebut dalam penemuan lampu, slah satunya adalah lord londsdale seorang inggris pada tahun 1765 dia menyalurkan batu bara dari pabrik ke kantornya untuk keperluan penerangan, kemudian penggunaan lampu gas ini berkurang setelah WELSBACH mengembangkan penerangan dengan prinsip pemijaran dengan menggunakan mantel sebagai bahannya.
Eksperimen-eksperimen lampu listrik mulai dilakukan setelah FARADAY menemukan lisrik. Pad tahun 1810 SIR HAMPRHRY DAVY mendemonstrasikaan busur api karbon (carbon arc) yang pertama, dan pemasangan instalasi permanen yang pertama penerangan busur api listrik(electric arc lighting) adalah di BRITISH LIGHTHOUSE pada tahun 1862
Pada tahun 1840 FREDERIK DE MOLEYNS seorang inggris menemukan cara terbaru, yang membuat lampu yang terdiri dari dua kawat platina, dimana kedua ujungnya mengeluarkan cahaya, tetapi lampu ini dianggap tidak praktis, karena alat pijr yang digunakan cepat hiam dan akhirnya tidak mengeluarkan cahaya lagi
Seorang rusia bernma RODY GUINE menemukan suatu lampu pijar menggunakan grafit yang dioprasikan dalam suatu globe yang diisi gas nitrogen. Sebnyak 200 globenya dipasang digedung ST PETERSBURG DOCKYARD pada tahun 1872tetapi percobaan ini tidak berhasil secara memuaskan karena hanya mampu menyla selama 12 jam.
Lampu pijar pertama yang paling dianggap paling berhasil adalah lampu pijar penemuan EDISON dan SWAN, kedua orang ini berkerja secara terpisah, EDISON diamerika dikenal dengan temuanya phonogram atau record player, sedaangkan SWAN menemukan proses bromide yang digunakan untuk keperlan fotografi
Penemuan thomas alpha edison
Penemuan swan
Tetapi edison lebih dikenal karena pengunaan listrik untuk lampu penemuannya dapat digunakan secara maksimal. Tepatnya tanggal 21 oktober 1879, edison berhasil mempraktekan lampunya dan menyala selama 45 jam secara terus menerus, pada tanggal 27 januari 1880 dia mendapatkan hak paten atas hasil penemuannya
Pada tahun 1900-an adalah tahun cemerlang dalam pengembangan lampu listrik, dan smpai sat ini sudah ada banyak lampu listri diantaranya LAMPU FLOURESEN, LAMPU HALOGEN, LAMPU MERKURI, LAMPU SODIUM, dan masih banyak lagi.
Beberapa jenis lampu pijar
2.      PRINSIP KERJA LAMPU PIJAR (INCANDESCENT LAMPS)
Lampu pijar mengeluarkan cahaya berdasarkan prinsip pemijaran dan dengan panas juga, karena lampu ini harus bekerja dalam termperatur yang cukup tinggi maka UMU LAMPU ini cukup PENDEK hanya kira-kira 1000 jam nyala, dengan prinsip kerjanya yang begitu sederhana maka kontuksinya juga cukup sederhana pula , sehingga harga lampu ini jauh lebih murah kalau dibandingkan dengan lampu lain.
 
3.      KONTRUKSI LAMPU PIJAR

1.   Bola lampu
2.     Gas bertekanan rendah (argonneonnitrogen)
3.     Filamen wolfram
4.   Kawat penghubung ke kaki tengah
5.   Kawat penghubung ke ulir
6.   Kawat penyangga
7.   Kaca penyangga
8.   Kontak listrik di ulir
9.   Sekrup ulir
10. Isolator
11. Kontak listrik di kaki tengah
 
A.    FILAMENT LAMPU PIJAR
Saat EDISON menemukan lampu listrik filamen yang digunakan adalah karbon, dan  lampu-lampu sekarang yang digunakan untuk penerangan adalah menggunakan filament TUNGSTEN
Filamen tungsten mempunyai kelebihan jika dibandingkan dengan filament karbon seperti;
·         Titik leburnya lebih tinggi dan distribusi daya spektrisnya (spectral power distribution) lebih baik sehingga menghasilkan cahaya yang lebih terang dengan daya yang sama
·         Filamen tungsten mampu dipanasi hingga diatas 500 derajat celcius dimana cahaya yang dipancarkan terdiri dari cahaya tampak (visible light) dan infra merah
Untuk mempertinggi efficacy (lumen per watt) pada lampu pijar filament dibuat dalam bentuk kumparan. Krena dengan dibuat kumparan ukuran panjang filament dapat dibuat seoptimal mungkin yang akan memberikan cahaya (lumen) yang lebih terang , disamping itu bentuk kumparan ini juga akan mengurangi bentuk fisik lampu (dapat diperkecil)
B.     BOHLAM LAMPU PIJAR
Bohlam lampu pijar terbuat daari gelas tertutup yang dibuat sedemikian rupa dan tidak berhubungan dengan udara luar, sehingga oksigen tidak dapat masuk kedalam bohlam yang menyebabkan filament dapat terbakar dan terputus .
Warna bohlam ini bermacam macam antara lain;
·         Bening(tidak berwarna)
·         Merah
·         Kuning
·         Hijau
·         Biru
·         Berwarna susu
·         Buram,  dan lain-lainya 
 
C     GAS YANG DIHASILKAN
Gas yang dihasilkan didalam bohlam adalah gas argon dan nitrogen dengan presentase kurang lebih 93% gas argon dan 7% gas nitrogen. Gas argon berfungsi untuk mengurangi evaporasi filament yang akhirnya dapat mempertpanjang umur lampu, sedangkan gas nitrogen berfungsi untuk mencegah terjadinya nyala api di dalam bohlam.
D.    KAKI LAMU PIJAR
Lampu pijar dibuat dengan daya yang berbeda beda mulai dari 5 watt sampai dengan 500 watt, ukuran fisik lampu juga berbeda beda sesuai daya yang dimiliki lampu, maka kaki lampu pijar juga berbeda beda ukuranya.
Pada dasarnya bentuk kki lsmpu pijsr terdiri dari dua macam, yang pertama kaki lampu berulir biasanya disebut juga EDISON dan disingkat dengan huruf E, dan yang kedua kaki tidak berulir biasa disebut dengan BAYONET dan biasa disingkat dengan huruf B ukuran kedua jenis kaki ini berbeda beda tergantung penggunaannya
Gmbar kaki lampu pijar

4.    KARAKTERISTIK LAMPU PIJAR
Pembuatan lampu pijar didasarkan pada beberapa faktor yaitu;
·         Temperatur filament
·         Campuran gas yang diisikan
·         Umur lampu
Karena cahaya Lampu pijar didasarkan pada pemijaran filament, maka umur lampu dipengaruhi oleh temperatur kerja. Sebagai contoh jika temperatur kerja naik 50 derajat C maka umur lampu akan lebih singkan kira-kira setengah dan sebliknya, jika temperatur kerja turun 50 derajat C maka umur lampu akan menjadi dua kali lipat.
Tanahan tungsten akan semakin tinggi jka temperatur krja naik sehingga kenaikan tegangn akan mengakibatkan menaiknya tahanan yang juga akan terjadi sedikit kenaikan arus yang mengalir, dalam keadaan dingin tahanan filament kira-kira seperempat belas dari keadaan termperatur kerja normal.
Salah satu yang perlu diperhatikan dalam karakteristik lampu pijar adalah pengaruh perubahan tegangan terhadap lampu

5.      JENIS JENIS LAMPU PIJAR
Lampu pijar pada dasarnya terdiri dari dua macam antara lain;
A.    LAMPU GLS (GENERAL LIGHTING SERVICE)
lampu GLS mempunyai beberapa jenis yang digunakan oleh masyarakat antara lain;
·         Lampu dengan boham bening
Lampu ini menghasilkan cahaya yang lebih tajam dibandingkan dengan lampu GLS lainnya karena bohlamnya bening tidak dilapisi
·         Lampu argenta
Dinding bagian dalam lampu ni dilapisi dengan serbuk tembus tembus cahaya sehingga lampu ini menghasilkan cahaya lebih lembut dan tidak silau dengan distribusi cahaya yang lebih merata kesemua penjuru lampu ini digunakan pada samping ruang duduk untuk memberi suasana lebih menyenangkan efficacy lampu argenta hampir sama dengan eficacy lampu bohlam bening
·         Lampu superlux
Lampu superlux adalah perpaduan antara lampu argenta dengan lampu bohlam bening dimana kira-kira ¾ bohlam dilapisi serbuk putih, sedangkan sisanya adalah beningdengan bentuk sedemikian rupa lampu superlux menghasilkan cahaya dengan distribusi lebih besar pada bagian bawah (downward) oleh karena itu lampu superlux cocok digunakan untuk ruangan kerja
·         Lampu dengan bohlam buram
Dibuat buram karena untuk mengurangi silau sifat cahaya lampu yang dihasilkan oleh lampu bohlam buram berada diantara lampu bohlam bening dan lampu argenta.
·         Lampu dengan bohlam berbentuk lilin
Dibuat bentuk lilin karena untuk memberi penampilan yang lebih menarik lampu ini digunakan untuk ruangan yang direkomendasidengan armatur dekoratif biasanya terbua dari sejenis kristal atau kuningan dan lain lain.
·         Lampu luster
Bohlam lampu luster berbentuk bulat biasanya tersedia dalam watt yang lebih kecil, warna bohlamnya ada yang bening dan ada yang berwarna merah, kuning hijau dan lain-lain biasanya digunakan untuk penerangan dekoratif misal penerangan papan iklan, dll
B.    LAMPU REFLEKTOR
Berdasarkan kontruksinya lampu reflektor dibedakan menjadi tiga jenis antara lain ;
·         Lampu reflektor pressed glass
Terbuat dari 10 gelas yang dipres sehingga tahan hujan dan bisa digunakan untuk penerangan luar(outdor) misal sebagai lampu sorot ditaman, lampu reflektor pressed glass tersedia dari 100 W, 125 W, 150 W dan 300W. Selain tersedia dalam arna putih, juga ada warna merah, kuning, hijau, dan biru.
·         Lampu reflektor blown bulb
Lampu reflektor ini terbuat dari gelas biasa sehingga tipis dan harus digunakan didalam ruangsn (indor) misal sebagai lampu sorot dipanggung, lampu ini tersedia dari daya 25W, 40W, 60W, 75W, 100W, 150W, dan 300W selain tersedia dalam warn putih lampu reflektor blown bulb juga tersedia dalam warna merah, kuning, hijau, biru serta violet
C.    LAMPU DISKO
Dimana reflektor dibuat sedemikian rupa sehingg cocok untuk penerangan ruangan disko. Lampu disko hanya tersedia 40W saja

6.      KELEBIHAN DAN KEKURANGAN LAMPU PIJAR
A.    KELEBIHAN LAMPU PIJAR
·         Memiliki bentuk yang sederhana dan praktis pemasangannya
·         Harganya lebih murah
·         Bentuk armatur lampu bisa dibuat lebih bervariasi sehingga lebih menarik dan indah
·         Cahaya lampu bisa diatur terang atau redup
·         Untuk penerangan pemeriksaan warna karena memiliki colour rendering sangat baik (pengaruh cahaya lampu pijar terhaddap perubahan warna obyek disinari sangat kecildimana colour rendeing indexnya (CRI)100
B.     KEKURANGAN LAMPU OIJAR
·         Umurnya yang sangat pendek yaitu hanya kira-kira 1000 jam nyala
·         Efficacy yang sangat rendah yaitu kira-kira 12 lumen/watt